breaking news New

Menelisik Bedanya Dunia Bioskop Zaman Dulu dan Sekarang

Perbedaan foto bioskop zaman dulu dan sekarang Perbedaan foto bioskop zaman dulu dan sekarang

Berbicara mengenai hiburan, jelas saja kalau bioskop sudah menjadi salah satu hiburan terbaik bagi masyarakat Indonesia sejak zaman dulu. Banyak muda mudi pada masanya menghabiskan waktu pekan atau hanya sekedar melepas penat dengan menonton berbagai macam pilihan film, yang saat itu sedang ditayangkan di bioskop. Nah karena perkembangan waktu semakin hari semakin mengikuti selera anak-anak zaman sekarang, mau tidak mau bioskop pun harus mengalami banyak sekali perubahan. Baik itu dari perbaikan gedung sampai dengan tata cara menontonnya pun juga berubah dan benar-benar beda dari bioskop zaman dulu.

Kebetulan nih, saat ini kami akan mengajak seluruh generasi Y dan Z untuk bisa mengetahui bagaimana perbedaan bioskop zaman dulu dengan bioskop zaman sekarang. Pastinya apa yang kami infokan di bawah ini, mampu membuat kalian semua tidak menyangka separah itukah perbedaannya ?

1. TICKETING

  • Zaman dulu : Antri panjang di depan gedung demi tiket nonton

  • Zaman sekarang : Antri di dalam gedung ber-AC atau melalui Online

Sejak zaman dulu keberadaan dari bioskop memang sudah menjadi hal yang lumrah, sebab hanya bioskoplah hiburan bagi rakyat yang sangat menyenangkan. Maka dari itu ketika ada film terbaru yang keluar, jelas saja antrian di seluruh bioskop akan panjang dan membludak. Hal ini jelas berbeda ya, kalau sekarang kalian semua antri panjang namun di dalam mall, sedangkan dulu untuk bisa mendapatkan tiket nonton kalian semua harus mengantri di depan gedung teater bioskopnya secara langsung ! umumnya loket akan berada persis di bagian pintu masuk, dan antriannya akan panjang sampai ke jalan raya

2. BELI LEWAT CALO

  • Zaman dulu : Kehabisan tiket maka beli catutan atau lewat calo

  • Zaman sekarang : Sebelum tiket habis, booking dulu bisa kali

Terasa sekali bukan perbedaannya ? ketika orang-orang dulu sudah capek mengantre dan akhirnya tetap tidak bisa mendapatkan tiket filmnya, maka mereka hanya bisa mengandalkan satu kemungkinan saja. Yakni orang-orang dulu ketika kehabisan tiket maka mereka semua akan mencari para calo tiket, agar kiranya bisa membeli dan menonton film tersebut. Tentu saja harga yang ditawarkan jelas jauh lebih mahal daripada tiket yang berada di loket. Akan tetapi untuk zaman sekarang, sebelum film tersebut ditayangkan semua orang bisa melakukan booking terlebih dahulu melalui aplikasi online. Jelas hal ini terbilang enak dan harganya juga masih sama, hanya saja ada sedikit perbedaan di setiap bioskopnya.

3. TEMPAT DUDUK

  • Zaman dulu : Dibedakan per kelas

  • Zaman sekarang : Bebas memilih bangku mana saja

Kenyataannya memang seperti itu, dimana saat ini semua orang bisa dengan bebas membayar harga yang sama untuk semua tempat duduk di dalam satu studio bioskop. Tapi untuk zaman dulu, dalam satu studio akan langsung dibagi dalam beberapa kelas untuk masalah tempat duduk. Nah kelas-kelas inilah yang akan mampu membedakan harga dari setiap tempat duduk para penontonnya. Contoh penjelasannya seperti ini :

  • Kelas Loge atau Kelas Satu
  • Kelas Stalles atau Kelas Dua
  • Kelas Kambing atau Kelas Tiga
  • Kelas Balkon atau Kelas Khusus

Demi bisa menonton dengan posisi nyaman, maka setiap penonton harus mengeluarkan uang dalam jumlah lebih mahal daripada kelas lainnya. Misalnya, zaman dulu orang tua kalian itu adalah anak orang kaya, maka mereka bisa membeli tempat duduk untuk kelas balkon atau kelasnya untuk para strata sosial tinggi. Namun untuk saat ini, yang berbeda bukan kelas tempat duduknya melainkan, ada pada fiturnya seperti : layar IMAX suara Dolby Atmos, dan penggunaan teknologi 3D/4D.

4. BEBAS MEMBAWA MAKAN DAN MINUMAN

  • Zaman dulu : Diperbolehkan membawa makanan dari luar gedung

  • Zaman sekarang : “ Satpam be like : Maaf mas/mbak, makanannya bisa dititipkan terlebih dahulu disini !? “

Hayo ngaku,siapa yang sering di stop sama pak satpam ketika masuk ke dalam bioskop karena ketahuan membawa makan dan minuman dari luar ? atau justru sebaliknya ? kalian ini tim yang selalu berhasil menyelundupkan makanan ke dalam bioskop ?

Hal ini jelas berbeda sekali dengan orang-orang zaman dulu ya, dimana mereka bisa dengan bebas membawa makan dan minuman dari luar gedung bioskop. Mau bawa indomie goreng yang udah dingin, nasi padang, rujak, atau apapun itu tidak akan ada yang menegurnya. Bahkan menurut info yang kami baca dari beberapa situs seperti kincir.com, ada juga beberapa bioskop yang mengijinkan gerobak makanan masuk ke dalam studio ! jadinya waktu lapar, bisa langsung pesan makanan deh.

5. BISA DIJEDA

  • Zaman dulu : Film bisa berhenti di tengah-tengah jalan

  • Zaman sekarang : Aman, lancar jaya sampai habis

Lah kok bisa sih berhenti di tengah jalan ? jelas bisa dong !Durasi film zaman dulu itu perhitungannya mulai 90 sampai 120 menit, atau bahkan bisa lebih lama dari itu. Nah setiap film yang sedang ditayangkan, masih menggunakan proyektor manual dan belum ada dunia digital sama sekali. Jadi tidaklah heran jika sedang asyik-asyiknya menonton, di tengah perjalanan dari film tersebut tiba-tiba harus berhenti berputar. Hal ini dikarenakan rol film yang sedang ditayangkan sudah habis dan harus sesegera mungkin diganti dengan rol film lainnya demi bisa menyambung ceritanya kembali. Pada saat itulah, para penonton yang lapar bisa membeli makanan terlebih dahulu keluar, maupun yang ke toilet juga aman !

Selain itu, perbedaan lainnya juga terdapat pada tempat duduk yang digunakan tidak senyaman saat ini. Karena pada zaman dulu, bangku penonton terbuat dari kayu maupun rotan layaknya bangku sekolah. Kalau sekarang kan empuk, bahkan ada yang memakai sofa. Jelas benar-benar enak masa kini sih, walau sebagian juga ada enaknya kok di zaman dulu.

Bagaimana menurut kalian? lebih seru menonton zaman dulu atau zaman sekarang?